Menang Tipis 1-0

KANJURUHAN – Kembalinya Robert Rene Albert ke Stadion Kanjuruhan semalam, harus menanggung malu. Membawa tim barunya PSM Makassar, meneer asal Belanda itu justru dipecundangi mantan anak didiknya.
Ya, di laga perdana Inter Island Cup 2010, PSM dikalahkan tuan rumah Arema dengan pawang barunya, Miroslav ’Miro’ Janu. Sebiji gol yang dicetak pemain gres Arema, TA Musafri di menit 80, membuat Robert harus pulang dengan kepala tertunduk. Bukan itu saja, sepanjang pertandingan, nyaris tidak ada tekanan berarti yang diberikan pemain PSM.   Bahkan Arema seharusnya bisa mencetak lebih dari dua gol. Itu jika tendangan Herman dan Ahmad Amirudin, tidak membentur mistar gawang. Sepanjang pertandingan, singo-singo muda besutan Miro, membuat laga seperti berjalan tidak seimbang. PSM yang banyak dihuni mantan pemain Persebaya, dibuat hanya mampu bertahan dari gempuran Dendi Santoso dan TA Musafri, plus striker muda, Sunarto.
Serangan yang dilakukan PSM, juga sangat mudah dipatahkan. Nyaris seperti tidak ada pola yang terlihat pada skuad asal Makassar itu. Kecuali permainan individu-individu pemain saja yang menyatu dalam sebuah tim.
Sementara Arema, meski tidak diperkuat sembilan pemain inti, lima pemain asing plus empat pemain timnas, tetapi penampilan Hermawan dkk, cukup menghadirkan decak kagum puluhan ribu Aremania.

Sejak kick off dilakukan sebagai tanda babak pertama dimulai, Arema langsung berinisiatif untuk langsung tampil menekan pertahanan lawannya. Striker muda Singo Edan, Dendi Santoso nyaris mencetak gol kala pertandingan baru berumur satu menit melalui aksi solo run-nya yang cepat.
Setelah melintas garis tepi kotak penalti, dia dijatuhkan oleh salah satu pemain PSM dengan sebuah dorongan. Tapi sayang, wasit Oky Dwi Putra tidak menganggap hal itu sebuah pelanggaran. Bola pun mampu dengan mudah diamankan kiper PSM, Herman Batak. Pada laga ini, Dendi bertandem dengan mantan rekannya yang sama-sama jebolan Akademi Arema, Sunarto.
Sang juara Super Liga musim lalu ini terus menekan. Serangan yang dibangun Hermawan dkk selalu kandas di barisan pertahanan tim yang kini ditangani Robert Alberts. Dari sebuah serangan balik., PSM membuka peluang mencetak gol melalui shooting Gerard Abu Jalal menit 13, tapi tidak memenuhi sasaran.
Di menit ke 19, Arema giliran kembali peluang melalui shooting reflek kaki kanan Sunarto. Andai dia lebih jeli, dia yang dalam posisi terjatuh usai berbenturan dengan stopper PSM, Djayusman Triadi seharusnya bisa menyodorkan bola ke Dendy yang justru berdiri bebas tanpa kawalan.
Arema kembali memiliki peluang emas lewat free kick dari luar kotak penalty Hermawan di menit 30. Sayang, bola tendangan kaki kirinya membentur mistar gawang. Kiper PSM sendiri sebenarnya sudah gagal mengantisipasi bola melengkung itu. Dua menit berselang, giliran Fachrudin nyaris mencetak gol, tapi percobaannya dengan shooting datar menyamping tipis di sisi kanan gawang PSM.
PSM coba membalasnya melalui heading Jacky Pasarela di menit 36. Tapi, bola tersebut mampu ditepis kiper Arema, Ahmad ‘AK’ Kurniawan sehingga selamatlah gawang Singo Edan, dan hanya menghasilkan tendangan penjuru bagi PSM.  Skor kacamata, alias 0-0 bertahan hingga turun minum.
Sebelum kick off babak kedua, Robert melakukan pergantian atas dua pemainnya. Kapten Djayusman dan Rahmat keluar, digantikan Fadli Hariri dan Jacky Pasarela. PSM coba lebih dahulu berinisiatif menekan tuan rumah. Pasukan Ramang ini dua kali membuka peluang, tapi mampu dihadang pemain Arema. Singo Edan membalasnya dengan shoting Sunarto menit 50, tapi dihadang Herman.
Tampil menekan dan banyak menciptakan peluang, tapi tak kunjung mencetak gol, membuat pelatih Arema, Miroslav ‘Miro’ Janu menarik Sunarto di menit 58. Masuk Ahmad ‘Amir’ Amirudin yang tercatat mantan andalan PSM di beberapa musim lalu. Arema pun tampil dengan trisula lini depan berpostur mungil, tapi punya kecepatan. Dua lainnya, adalah Dendy dan TA Musafri.
Skenario Miro ini berbuah hasil. Serangan Arema yang sebelumnya mulai tumpul, kembali tajam. Dua kali Musafri membuka peluang lewat shootingnya di menit 66 dan 72. Amir yang pakai bernomor punggung 10 juga nyaris mencetak gol di menit 75, tapi bola tendangannya dimentahkan oleh mistar gawang Herman. Dua kali peluang Arema dimentahkan mistar.
Kebuntuan Arema baru berakhir usai Musafri sukses memperdayai Herman dari sebuah tendangan datarnya di menit 80. Mantan striker Persija Jakarta ini memaksimalkan umpan terobosan Dendy. Pemain asal Ternate tersebut tampak girang dengan gol perdananya untuk Arema, dan coba merayakannya bersama ribuan Aremania melalui selebrasinya yang menunjuk nomor punggu 29 yang menjadi nomor khasnya. Akibat selebrasi itu, dia pun diganjar kartu kuning.
Setelah gol itu, PSM coba semakin tampil terbuka dengan harapan bisa membalasnya. Tapi, Robert kali ini terpaksa harus keok oleh mantan klubnya. Meski pelatih asal Belanda tersebut coba memasukkan tenaga baru, yakni Dewa menggantikan Kongrinus Fengkrew. Strategi itu dibalas Miro dengan memasukkan tenaga baru di lini tengah dan belakang. Stopper Leonard Tupamahu dan gelandang Tommy Pranata masuk, menggantikan Purwaka dan Fachrudin. Arema menang 1-0. Bravo Singo Edan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

My Popularity (by popuri.us)

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 6 pengikut lainnya

Get cash from your website. Sign up as affiliate Cell phone video surveillance solution
Indonesians’ Beautiful Sharing Network

Flickr Photos

Nittele Tower in black and white

Buachaille Etive Mor

A Painting from Florence

Lebih Banyak Foto

Statistik

free counters
%d blogger menyukai ini: