Segarkan Hidupmu Dengan Percaya

Ada seorang anak muda yang sangat saya kenal kehidupannya. Anak muda ini bukan saja saya kenal, tetapi juga sangat dekat dengan kehidupan saya, bahkan menyatu. Tak bisa dibedakan dan tak bisa dipisahkan antara dia dan saya. Buku BUAT APA SUSAH? Segarkan Hidupmu dengan percaya ini lahir ketika anak muda tersebut sedang berduka, sedang bersedih. Oleh karena itu, saya pun turut berduka, turut bersedih. Buku ini lahir ketika kepercayaan diri anak muda tersebut sedang surut dan semangat hidupnya melemah. Hal ini terjadi pada Juli-Agustus beberapa tahun lalu ketika saya komandokan anak muda itu untuk penuh bekerja dengan Wisata Hati.
Uji coba pertama yang saya lakukan untuk diri anak muda ini ternyata cukup efektif untuk mengembalikan kesegaran kehidupannya. Banyak kejadian dalam rentang Juli-Agustus lalu yang menyebabkan anak muda tersebut kehilangan banyak hal di dunia ini karena kebodohannya. Dia kehilangan pekerjaannya, usahanya yang justru sedang mekar, sahabat-sahabatnya, dan dia kembali ke titik terendah dalam kehidupannya, bahkan minus. Sesaat kehidupan menjadi gelap untuk dirinya. Dia menjadi makin lemah dan tak berdaya.
Di tempat tidur, dia memandangi istri dan anaknya dengan lemah. Dia pun membayangkan wajah ibu dan ayahnya. Membayangkan wajah saudara-saudaranya dan sahabat-sahabatnya. Dia membayangkan masa lalunya dan masa depannya. Dia bertutur, rasanya seperti mau mati saja. Begitu katanya.
Saat anak muda itu dalam kondisi seperti itulah salah satu penerbit mengabarkan akan mulai menerbitkan dan mendistribusikan buku Wisata Hati Kun Fayakuun: Selalu Ada Harapan di Tengah Kesunyian.
Saya mulai bertanya kepada anak muda tersebut. Mengapa engkau menjadi lemah? Mengapa engkau menjadi kalah? Mengapa engkau dikuasai pikiran pendek kembali? Mengapa engkau larut dalam kesedihan, penyesalan, dan kekecewaan? Mengapa tidak terima saja kenyataan hidup? Mengapa tidak memulai saja kehidupan yang baru dan melupakan kehidupan yang kemarin? Mengapa tidak engkau buang ketakutan dan kekhawatiran? Mengapa engkau memandang sempit hidup ini? Mengapa engkau memandang keterbatasanmu? Mengapa engkau tidak memiliki fighting spirit yang bagus? Mengapa engkau tidak memandang kemurahan hati Allah, Tuhanmu? Mengapa engkau tidak berharap pada kebesaran Allah, Tuhanmu, dan berharap pada kuasa-Nya?
Mengapa, mengapa, mengapa? Anak muda itu terus saya tanya dan saya tanya.
Setitik cahaya yang mulai muncul dalam hatinya semakin terang seiring saya memotivasi dirinya. Saya yakinkan anak muda tersebut, dalam bulan Juli-Agustus itu, perlahan tapi pasti, akan kebesaran dan kekuasaan Allah. Saya bakar semangatnya! Saya bangkitkan kepercayaan dirinya!
Pembaca yang budiman, bulan kemudian, Agustus-September, saya mengambil laptop pinjaman adik saya, Faisal, yang akhir-akhir itu jarang tersentuh lagi. Saya torehkan bait-bait baru, bait-bait perenungan. Semula saya tujukan untuk dirinya sendiri, diri anak muda tersebut. Namun, ketika didiskusikan dengan banyak kawan, menurut mereka ada baiknya hal baik disampaikan juga kepada masyarakat yang lebih luas. Begitu katanya. Tulisan itu saya selesaikan apa adanya, tanpa mengurangi semangat saya dalam menulis.
Seiring dengan motivasi saya kepada anak muda tersebut dan seiring dengan usaha saya meyakinkan dirinya, anak muda ini memiliki jiwa yang baru, jiwa yang lebih segar, dan pikiran yang fresh. Dibantu para ustadz, dan kawan-kawan, serta rekan-rekan dari Majelis Syifa yang terus menemaninya, ikut memotivasi dan membantu sehingga kehidupan anak muda tersebut benar-benar segar, bertenaga, dan lebih bersemangat.

sumber : (malang-post.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

My Popularity (by popuri.us)

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 6 pengikut lainnya

Get cash from your website. Sign up as affiliate Cell phone video surveillance solution
Indonesians’ Beautiful Sharing Network

Flickr Photos

Nittele Tower in black and white

Buachaille Etive Mor

A Painting from Florence

Lebih Banyak Foto

Statistik

free counters
%d blogger menyukai ini: