Gagal Revans

Sriwijaya Juara Community Shield di Kanjuruhan
MALANG – Mana lebih baik antara Indonesia Super League (ISL) dengan Piala Indonesia? Jawabannya adalah yang terakhir. Itu jika didasarkan pada hasil semalam. Ketika sang juara Piala Indonesia, Sriwijaya FC, berhasil mengalahkan juara ISL, Arema FC dengan SUSUNAN PEMAIN sebagai berikut :

Arema:
Kurnia Meiga (g), Piere Njanka (c) , Purwaka Yudi, Beni Wahyudi, Zulkifli Syukur, Ahmad Bustomi, Roni Firmansyah, Roman Chmelo, M Ridhuan, Dendy Santoso, Noh Alam Shah.

Sriwijaya FC:
Fery Rutinsulu (g), Claudio, Ahmad Jufriyanto, M Ridwan, Ponaryo Astaman, Firman Utina, Budi Sudarsono, Oktavianus Maniani, Park Jung Wan, Keith Kayamba Gumbs.
Kemenangan 3-1 (2-1) Laskar Wong Kito di Stadion Kanjuruhan Kepanjen semalam, sekaligus mematahkan rekor tak pernah menang dalam empat kali pertemuan di kandang Singa.
Sedang bagi tuan rumah Singo Edan, kegagalan semalam juga memupuskan harapan untuk balas dendam, atas kekalahan mereka di ajang final Piala Indonesia, di Stadion Manahan Solo, 1 Agustus lalu. Kala itu, Arema menyerah 1-2.
Sekalipun hanya sekadar pertandingan eksebisi, namun kekalahan itu cukup menyesakkan dada. Betapa tidak, Aremania berharap pelatih baru, Miroslav Janu, bisa mempersembahkan gelar pertamanya pasca menggantikan posisi Robert Rene Alberts.
Kenyataannya, nyaris di semua lini, Arema harus mengakui keunggulan tim tamu. Ivan Kolev, berhasil menyuguhkan keseimbangan antara serangan dan pertahanan. Bahkan lini tengah tim dari Pulau Sumatera ini, benar-benar superior.
Kehilangan Esteban Gullien, cukup terasa seperti bermain tanpa jenderal lapangan tengah. Ahmad Bustomi dan Roman Chmelo, tidak mampu mengatasi keperkasaan Firman Utina dan Ponaryo Astaman.
Belum lagi tridente yang dipasang Ivan Kolev, Budi Sudarsono, Park Jung Wan dan Keith Kayamba Gumbs, sukses mengobrak-abrik pertahanan Arema.
Tak heran jika babak pertama, puluhan ribu Aremania yang memadati stadion milik Pemkab Malang itu, dibuat sport jantung. Belum lagi, pertandingan yang berlangsung keras. Bahkan di awal laga, wasit Aeng Suarlan sudah mengeluarkan dua kartu kuning di lima menit babak pertama.
Kartu pertama diberikan kepada pemain SFC, Oktavianus Maniani, setelah melanggar bek kiri Arema, Benny Wahyudi. Menit ke-5, giliran striker Arema asal Singapura, Noh Alamshah yang melanggar Oktavianus Maniani dari belakang.
Sriwijaya terus menekan daerah pertahanan Arema sejak menit awal. Berulang kali para penyerang SFC membombardir gawang Arema yang dikawal Kurnia Meiga.
Serangan demi serangan deras kreasi trio Kayamba Gumbs, Budi Sudarsono, dan Park Jung Hwan terbukti berbahaya. Setelah tiga kali tercatat melakukan penyelamatan gemilang, Meiga harus menerima kenyataan gawangnya bobol juga.
Di menit ke-27 Budi Sudarsono mencetak gol pertama bagi timnya. Menerima umpan terobosan dari Park Jung Hwan, pemain berjuluk ular phyton itu berhasil mengelabui Meiga. Dengan mudah ia menceploskan bola melalui tendangan keras yang susah diantisipasi oleh penjaga gawang yang dinobatkan sebagai pemain terbaik Liga Super musim lalu itu.
Arema mendapat kesempatan membalas di menit ke-34. Berawal dari aksi solo run Along, ia berhasil memasuki area gawang Sriwijaya tanpa pengawalan. Aksinya memaksa kiper Fery Rotinsulu menghentikan pergerakannya dengan sebuah pelanggaran. Kontan wasit langsung menunjuk titik putih tanda tendangan penalti.
Meski sempat diprotes para pemain Sriwijaya, wasit tak bergeming dengan keputusannya menghadiahi tendangan penalti bagi Arema. Pierre Njanka yang didaulat sebagai eksekutor berhasil menjalankan tugasnya dengan sempurna. Tendangan mendatar kapten Arema tersebut diarahkan ke pojok kanan gawang Fery Rotinsulu yang sudah salah langkah.
Skor 1-1 tidak bertahan lama. Memasuki menit akhir sebelum turun minum, gawang Arema kembali jebol. Kali ini melalui gol yang dicetak Keith Kayamba Gumbs.
Berasal dari kesalahan Njanka yang kehilangan bola di daerah pertahanannya, para pemain belakang Arema dibuat kalang kabut oleh aksi Budi Sudarsono yang menguasai bola curian tersebut.
Sambil terjatuh, Budi memberikan umpan menyilang  kepada Gumbs yang berlari tanpa pengawalan. Dengan mudah kapten Sriwijaya itu menceploskan bola ke gawang Meiga yang telah mati langkah.
Sriwijaya tak mengendurkan serangan di babak kedua. Tim juara Copa musim lalu itu bermain dominan dengan terus mengurung daerah pertahanan tim asuhan Miroslav Janu.
Masuknya Fachrudin menggantikan Chmelo Roman juga tidak banyak mempengaruhi permainan Arema. Ahmad Bustomi dkk bahkan harus tertinggal lagi di paruh babak kedua.
Legiun asing Srwijaya, Claudiano sukses menggetarkan gawang Arema melalui tendangan bebas spektakulernya. Tendangan yang dilepaskan pemain belakang berambut gondrong itu diarahkan ke sudut sempit  kiri atas gawang Meiga. Sepakan kerasnya melewati pagar hidup pertahanan Arema dan susah dihentikan oleh Meiga yang mencoba menghalau sambil melompat terbang.
Saling obral serangan terjadi setelah gol ketiga Srwijaya tersebut tercipta. Berulang kali pemain Arema mendapat kesempatan untuk menipiskan ketertinggalan. Sayang aksi Yongki maupun Dendi yang kerap berhadapan langsung dengan Fery Rotinsulu tidak membuahkan hasil. Tendangan para penyerang muda Singo Edan itu acap kali dimentahkan oleh penjaga gawang timnas yang tampil menawan dalam pertandingan tadi malam.
Meski berusaha memasukkan amunisi yang lebih segar seperti T.A Musafri dan Juan Revi di sisa waktu yang ada, serangan Arema masih sulit menembus barikade pertahanan Sriwijaya yang dikomando dengan baik oleh Claudiano.
Ivan Kolev bahkan memasukkan beberapa pemain berkararakter bertahan seperti Bobby Satria dan Rendy Siregar untuk menjaga keunggulan.
Dengan pertahanan yang rapat, skuad asuhan Kolev berhasil menjaga keunggulan hingga peluit akhir dibunyikan. Meski tetap ngotot, tak ada satupun gol yang bisa dijaringkan para pemain Arema. Mereka dibuat frustasi atas ketangguhan Fery Rotinsulu yang selalu sigap mengawal gawangnya. (malang-post)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

My Popularity (by popuri.us)

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 6 pengikut lainnya

Get cash from your website. Sign up as affiliate Cell phone video surveillance solution
Indonesians’ Beautiful Sharing Network

Flickr Photos

Nittele Tower in black and white

Buachaille Etive Mor

A Painting from Florence

Lebih Banyak Foto

Statistik

free counters
%d blogger menyukai ini: