Janji Balas di Bontang!

Pelatih Arema, Miroslav Janu sebenarnya pantas kecewa dengan hasil buruk mengawali ISL 2010-2011. Tapi dia memilih mencari hal positif.
Miro menyebut, kekalahan itu terjadi karena Arema unlucky alias tidak beruntung. Ada satu peluang penalti yang sebenarnya dimiliki Arema.
Kendati demikian, Miro mengaku enggan membahas faktor non teknis yang membuat Singo Edan tumbang di Stadion Segiri. Padahal, penalti untuk Arema itu terjadi demikian jelas pada menit 22. Noh Alam Shah menendang bola mengenai tangan pemain belakang Persisam Syaiful, tapi wasit kurang jeli.
‘’Saya tidak mau membahas soal non teknis, seharusnya ada satu penalty. Tapi tidak apa-apa,’’ bebernya.
Pada babak pertama, sebenarnya Arema mampu mengimbangi permainan anak-anak Pesut Mahakam. Kendati permainan dikendalikan Fagundez cs, tapi lini belakang Arema masih cukup solid. Terlebih lagi, dibawah mistar Arema berdiri kiper terbaik Kurnia Meiga.
‘’Kita datang untuk bikin bagus result, untuk menang. Tapi itu sudah berakhir,’’ keluh Miro.
Memasuki babak kedua, Arema seperti kehilangan daya gedor bahkan berkali-kali kehilangan bola. Kondisi itu dimanfaatkan Elang Borneo dengan menyambar passing salah dari Singo Edan.
Benar juga, belum lama peluit babak kedua berbunyi, Singo Edan harus memungut bola dari gawangnya. ‘’Kita unlucky hari ini (kemarin), akan kita coba lagi di Bontang,’’ tegas sang arsitek.
Evaluasi pertandingan di Segiri, kata Miro, finishing yang dimiliki anak asuhnya kurang jitu. Nah, menghadapi Bontang, kondisi itu akan segera diperbaiki. Dirinya tak mau tim larut dalam kekalahan terlalu lama.
‘’Persisam lebih beruntung, kami sudah lakukan berbagai serangan tapi penyelesaian akhir belum maksimal,’’ katanya.
Sedang pelatih Persisam Putra Samarinda, Hendri Susilo mengungkapkan bahwa lawan perdana ini sangat berat, yakni juara ISL. Kondisi itulah yang membuat babak pertama berakhir dengan skor kacamata. Pasalnya, kedua tim sama-sama mencari celah kelemahan lawan.
Hendri mengakui, bermain aman pada babak pertama membuat tempo permainan melambat. Dalam sepakbola strategi seperti itu memang harus diterapkan untuk memperoleh hasil yang diharapkan.
‘’Ini sepakbola, yang kita hadapi tim juara. Babak pertama susah karena kita sama-sama mencari celah,’’ akunya.
Kendati terlihat melambat, kata Hendri, anak buahnya masih mampu mengendalikan permainan. Terbukti dari sejumlah peluang emas yang berhasil diciptakan Elang Borneo. Kendati belum tercipta gol, Persisam masih mendominasi serangan. ‘’Meski babak pertama terkesan melambat tapi Persisam punya banyak peluang,’’ kilahnya.
Memasuki babak kedua, sang arsitek Pesut itu mengaku memberi suntikan motivasi kepada pemain. Salah satunya adalah memberi keyakinan bahwa Arema saat ini dalam kondisi lemah.
‘’Saya katakan kepada anak-anak, kalo Arema sudah habis, jadi kalau pintar memanfaatkan peluang kita bisa menang,’’ akunya.
Salah satu strategi yang diberikan Hendri kepada pemain adalah memperbaiki passing pada babak kedua. Terbukti serangan pemainnya makin menggila tapi tetap diimbangi barisan belakang yang solid.
‘’Kunci suksesnya adalah kerja keras anak-anak, tanpa kerja keras anak-anak maka strategi sebagus apapun pasti tak ada hasilnya,’’ pungkas nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

My Popularity (by popuri.us)

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 6 pengikut lainnya

Get cash from your website. Sign up as affiliate Cell phone video surveillance solution
Indonesians’ Beautiful Sharing Network

Flickr Photos

The firsts lights

Lago di Braies

Survivor Mode

Lebih Banyak Foto

Statistik

free counters
%d blogger menyukai ini: