Setiap Hari 40 Sniper Disebar di Penjuru Jakarta

Kepolisian Daerah Metro Jaya setiap hari menyiagakan 40 penembak jitu di 12 lokasi yang rawan bentrokan massa brutal. Demikian disampaikan Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Sutarman saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa malam.
Ia menjelaskan, ke-40 penembak jitu tersebut berasal dari Satuan Brigade Mobil yang sudah dilatih beberapa pekan terakhir.

Penembak Jitu yang siap mengamankan kota
Penembak Jitu yang siap mengamankan kota

“Selain dibekali pengayaan keterampilan menembak, mereka juga dibekali pengetahuan dan pemahaman tentang HAM (hak asasi manusia) dan Protap (Prosedur Tetap Kepala Polri Nomor 1/X/2O10 tentang Penanggulangan Tindakan Anarki),” tuturnya. Sutarman mengatakan, penempatan ke-40 penembak jitu itu adalah salah satu langkah merealisasi ketentuan tembak di tempat yang harus dilakukan jika situasi sudah membahayakan keselamatan orang lain atau petugas. Wakil Ketua Komnas HAM Yosef Stanley Adi Prasetyo dan Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Indri, yang dihubungi terpisah, menyambut baik hal ini.

Menurut Stanley, pelaksanaan prosedur tetap bertujuan memelihara ketertiban untuk menjaga kehidupan demokrasi yang sehat. “Takkan ada demokrasi tanpa ketertiban. Sebagai penegak hukum di garda depan, polisi harus berani bersikap keras sebelum demokrasi kita berubah menjadi tindakan anarki,” kata Stanley.

Indri menambahkan, tindakan tegas tembak di tempat harus memenuhi asas legalitas, nesesitas (kebutuhan) hukum, proporsionalitas antara ancaman dan tindakan, serta akuntabilitas atau pertanggungjawaban tindakan polisi. “Kontras mengapresiasi langkah Polda Metro,” ujar Indri.

Menurut dia, langkah ini memang menjadi syarat hajatan demokrasi yang sehat. Meskipun demikian, baik Indri maupun Stanley, mengkritik bahwa polisi masih melakukan diskriminasi dalam menanggulangi bentrokan massa. “Di beberapa kasus, polisi tampak lamban bahkan melakukan pembiaran,” ujar Stanley.

Menanggapi hal itu, Kapolda mengatakan, “Tidak ada diskriminasi. Semua yang melakukan anarki akan kami tindak. Tembak di tempat berlaku bagi mereka yang mengancam keselamatan atau nyawa orang lain dan para petugas”. Kapolda mengatakan, saat ini pada setiap kegiatan pengamanan, akan ditempatkan dua atau tiga penembak untuk menghadapi kemungkinan serangan senjata api atau senjata tajam.

sumber : http://terselubung.blogspot.com/2010/10/setiap-hari-40-sniper-disebar-di.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

My Popularity (by popuri.us)

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 6 pengikut lainnya

Get cash from your website. Sign up as affiliate Cell phone video surveillance solution
Indonesians’ Beautiful Sharing Network

Flickr Photos

Nittele Tower in black and white

Buachaille Etive Mor

A Painting from Florence

Lebih Banyak Foto

Statistik

free counters
%d blogger menyukai ini: