Tiket Tembus Rp 900 Juta

Senin, 18 Oktober 2010 00:21
KEPANJEN – Semalam, skuad Arema Indonesia mengawal serangkaian pertandingan kandangnya di Stadion Kanjuruhan Kepanjen. Singo Edan menjamu salah satu pendatang baru di Super Liga, Persibo Bojonegoro.
Laga ini begitu disambut antusias Aremania se Malang Raya yang sudah cukup lama menunggu penampilan tim kesayangannya berlaga di kandangnya.
Musim ini, Arema Indonesia menapaki kompetisi dengan langsung melakoni pertandingan tandang di Tanah Borneo. Tim asuhan Miroslav ‘Miro’ Janu mengawalinya dengan dijamu Persisam Samarinda di Stadion Segiri Samarinda, dengan hasil kekalahan menyakitkan 1-2. Tiga hari berselang, mereka giliran menantang tuan rumah Bontang FC di Stadion Mulawarman Bontang. Di laga keduanya itu, Arema menang 5-0.
Raihan tiga angka pada tur yang diketahui berat itu menjadi penambah rasa ketidaksabaran Aremania untuk segera menyaksikan timnya berlaga.
Nah, tak salah mereka kemudian sangat ingin menjadikan laga kandang Arema lawan Persibo sebagai obat penawar kangen. Sekitar 30 ribu Aremania membirukan Stadion Kanjuruhan. Sejak pukul 16.00 WIB, mereka mulai berdatangan dan masuk secara tertib. Aremania beraksi didepan puluhan Boromania, supporter Persibo yang juga datang.
‘’Khawatirnya, kalau nggak datang lebih awal, bisa nggak dapat tempat duduk yang sesuai dengan keinginan kita. Apalagi kalau ingin duduk merasakan berada di tribun bawah papan skor,” terang Irsam, salah satu Aremania kepada Malang Post, petang kemarin.
Laga ini cukup dinantikan para Aremania. Sepanjang laga, komunitas beratribut kebesaran biru-biru ini tetap menunjukkan karateristik dan fanatisnya saat mendukung tim kesayangannya.
Mereka terus bernyanyi dan menari, terutama mereka yang ada di tribun timur ekonomi yang dipimpin langsung sang dirijen, Yuli Sumpil. Gebukan drum oleh Cak No, bersama diantaranya para crew 87-Arema cukup menghentak seisi Stadion Kanjuruhan.
Tidak hanya Aremania, pemerhati sepakbola Malang juga tidak ingin melewatkan pertandingan ini. Diantaranya, tampak hadir mantan pelatih Arema, Gusnul ‘GY’ Yakin, yang juga merupakan mantan pelatih Persibo.
Begitu juga, Hanafi yang konon khabarnya kini menjabat Direktur Teknis Persisam Samarinda setelah tenaganya batal dipakai di Persema. Keduanya duduk berdampingan diantara Aremania di tribun VVIP.
‘’Bagaimana khabarnya Malang Post? Sama seperti lainnya, kita tentu ingin menyaksikan pertandingan ini langsung di stadion,” terang Hanafi, saat menyapa Malang Post.
Bukan Aremania jika tidak masuk ke dalam stadion dengan membeli tiket. Dari hitungan kasaran dan sementara, Panpel Arema pun merilis pendapatan kotor dari laga semalam mencapai Rp 900 juta. Seperti agenda sebelumnya, panpel mencetak 30.000 lembar (25 ribu/lembar) tiket kelas Ekonomi, 2300 lembar kelas VIP (Rp 75 ribu/lembar) dan 500 lembar kelas VVIP (Rp 100 ribu/lembar).
‘’Jika melihat seperti ini, di tribun selatan dan utara hanya terisi 50 persenya, dan lainnya penuh, pendapatan dari tiket kisaran sudah masuk Rp 900 juta. Hasil ini sudah cukup bagus mengingat pertandingan malam hari da nada siaran langsung,’’ terang Abriadi Muhara, Ketua Panpel Arema Indonesia. 

sumber : malang-post.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

My Popularity (by popuri.us)

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 6 pengikut lainnya

Get cash from your website. Sign up as affiliate Cell phone video surveillance solution
Indonesians’ Beautiful Sharing Network

Flickr Photos

The firsts lights

Lago di Braies

Survivor Mode

Lebih Banyak Foto

Statistik

free counters
%d blogger menyukai ini: