Legenda Musik Itu Bernama “Iwan Fals”

Hampir semua majalah dan surat kabar pernah memampang wajahnya. Nggak cuman di Indonesia aja, beberapa majalah asing juga sempat menaruh foto musisi gaek kelahiran Jakarta ini di halaman depan.

Perjuanganya melalui lirik dan petikan gitar dalam menyuarakan ketidak adilan, kebobrokan birokat dan penderita’an rakyat-rakyat kecil. Yup, siapa lagi kalo bukan Virgiawan Listianto, atau biasa disebut dengan “Iwan Fals”.

Berangkat ke Jakarta dengan menjual motornya, Iwan bergabung dengan Toto Gunarto, Helmi, Bambang Bule, yang tergabung dalam Amburadul. Meski sa’at itu menjadi album pertama yang gagal di pasaran, sa’at ini banyak yang membandrol mahal album ini, terutama mereka yang kagum dan nge-fans sama pria yang kerap di panggil Bang Iwan ini.

Kegagalan dalam mengawali karir bermusiknya, membuat iwan kembali ke jalanan buat ngamen. Bukan tanpa usaha untuk bangkit, ia sempat ikutan festival musik yang kemudian menobatkannya menjadi jawara musik country. Disini, karya dan namanya mulai dikenal nama-nama besar Industri musik Nasional sekaligus Label, Musica Studio. Pihak label waktu itu sepakat untuk memproduksi album Iwan “Sarjana Muda”. Meski sudah memiliki album, tak lantas membuat Iwan bisa bersantai. Menyanyikan lagu-lagunya dengan cara mengamen dari rumah ke rumah, pasar dan terminal, rupanya menjadi cara yang efektif untuk memasyarakatkan lagu Iwan.

Tahun 1987, lagu-lagu Iwan benar-benar meledak, dan ia sempat tampil LIVE di TVRI (Satu-satuny stasiun TV saat itu). Tawaran manggung yang membanjir, pada akhirnya membuat Iwan meninggalkan kebiasa’anya untuk mengamen.
Sayangnya, perjalanan karirnya tak semulus yang di bayangkannya, berkat lirik-liriknya yang fulgar, beberapa kali konsernya sempat dihentikan, dengan alasan memancing kerusuhan. Ia juga sempat ditahn beberapa minggu, ketika ia melakoni lawatan di Pekanbaru dengan Menyanyikan lagu yang “membuat sakit telinga” penguasa sa’at itu.

Meski dikenal sebagai musisi solo, Iwan juga sempat terlibat dalam proyek bersama musisi besar. Seperti ketika ia bergabung bersama Swami dan Kantata Taqwa bersama Setiawan Djodi, dan menelurkan beberapa hits legendaris macam Bongkar dan Bento.

Ketulusan dalam berkarya dan sikap kesederhana’an dibalik karya-karya yang jenius dan mudah diterima oleh siapa saja, membuat Iwan memiliki banyak penggemar fanatik yang tergabung dalam OI (Orang Indonesia). Hebatnya meski banyak Band-band baru, Iwan seakan tak pernah dikhianati penggemarnya. Bahkan jika dilihat, Penggemar Iwan semakin banyak hingga sa’at ini, dan penggemarnyapun turun-temurun dari masa ke masa..

~SALAM OI! REVORMASII!!!~

6 Responses to Legenda Musik Itu Bernama “Iwan Fals”

  1. Ping-balik: Legenda Musik Itu Bernama “Iwan Fals” « Hariz Poenya

  2. Bajakan Soerabaia mengatakan:

    gak ad yag bisa gantikan….

  3. Bajakan Soerabaia mengatakan:

    gak ada yag menggatikaN….

  4. mio'miar mengatakan:

    karyamu akan selalu membumi sampai kapan pun,terus nyanyikan lagu pemberontakan bagi penindasan negri tercinta ini,360 lagu q punya serta koleksi poster2 bang iwan ,,,,,,,,salam OI sejati dari madiun

  5. E ENG mengatakan:

    tetep tiada yg laen……biar lagumu untuk bercermin bagaimana negeri tercinta ini……salam OI…!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

My Popularity (by popuri.us)

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 6 pengikut lainnya

Get cash from your website. Sign up as affiliate Cell phone video surveillance solution
Indonesians’ Beautiful Sharing Network

Flickr Photos

The firsts lights

Lago di Braies

Survivor Mode

Lebih Banyak Foto

Statistik

free counters
%d blogger menyukai ini: