Umur Lebih Pendek karena Lama Menonton TV

SERANGAN jantung lebih mudah terkena pada orang yang menghabiskan waktu lebih dari empat jam sehari menonton televisi, mengoperasikan komputer, atau bermain video game. Umur mereka bahkan lebih pendek ketimbang orang yang tak memiliki kebiasaan tersebut.

Itu dinyatakan sejumlah peneliti dari Fakultas Epidemiologi dan Kesehatan Masyarakat Universitas College London, Inggris. Peneliti menyatakan orang dengan kebiasaan itu juga memiliki kemungkinan dua kali lebih besar mengalami stroke atau gagal jantung.

“Penelitian kami menunjukkan bahwa waktu yang banyak dipakai untuk menonton TV dan duduk secara umum bisa sangat merugikan bagi kesehatan jantung dan kesehatan secara keseluruhan,” kata ketua tim peneliti, Emmanuel Stamatakis yang menerbitkan hasi studinya di Journal of American College of Cardiology.

Stamatakis menegaskan risiko itu lebih berpotensi terjadi pada orang yang banyak duduk saat bekerja. Lantaran itu, Stamatakis pekerja dengan kategori itu sebisa mungkin luangkan waktu untuk meregangkan otot.

Pernyataan Stamatakis itu bukan tanpa alasan. Ia dan timnya mengumpulkan data dari 4.152 orang dewasa pada survei kesehatan Skotlandia pada 2003. Peneliti menanyakan hal-hal seputar kegiatan partisipan di waktu luang.

Selama 4,3 tahun penelitian, tim survei menemukan 325 orang meninggal dan 215 mengalami penyakit kardiovaskular. Mereka ternyata kerap berada di depan layar TV atau komputer lebih dari dua jam sehari. Celakanya, risiko ini tetap ada meskipun telah mempertimbangkan dengan faktor-faktor seperti merokok, tekanan darah tinggi, berat badan, kelas sosial, dan olahraga.

“Yang jelas, partisipasi dalam olahraga tidak tampak dapat mengurangi tingkat bahaya yang terkait dengan berada di depan layar kaca secara berlebihan,” tegas Stamatakis.

Faktor biologi pun berperan dalam penelitian tersebut. Misalnya, 25 persen dari keterkaitan antara serangan jantung dengan waktu yang dihabiskan di depan layar kaca berhubungan pada kadar protein C-reaktif. Itu menandakan peradangan berat bersama dengan berat badan dan kolesterol. Sebagai diketahui, kardiovaskular lebih berpotensi tinggi terjadi karena dipengaruhi peradangan, kolesterol tinggi, ditambah dengan duduk berlebihan.

Salah satu cara untuk tetap sehat adalah membatasi jumlah waktu yang dihabiskan untuk duduk. Artinya, mulailah mengurangi waktu menonton TV atau mengoperasikan komputer. Dan yang terpenting, biasakan untuk melakukan aktivitas fisik atau berolahraga beberapa menit setap hari.

 

sumber : http://www.metrotvnews.com/read/news/2011/01/11/39220/Umur-Lebih-Pendek-karena-Lama-Menonton-TV/

Iklan

2 Responses to Umur Lebih Pendek karena Lama Menonton TV

  1. Elelliggraine says:

    bardzo ciekawe, dzieki

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

My Popularity (by popuri.us)

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 7 pengikut lainnya

Get cash from your website. Sign up as affiliate Cell phone video surveillance solution
Indonesians’ Beautiful Sharing Network

Flickr Photos

Statistik

free counters
%d blogger menyukai ini: