PSSI Merasa Dirugikan LPI

Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) kembali angkat suara terkait kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI). Menurut Sekretaris Jenderal PSSI Nugraha Besoes, PSSI tidak pernah melarang kompetisi LPI. Tapi, PSSI merasa dirugikan LPI karena mengaku sebagai kompetisi profesional.

“Permasalahannya mereka mengaku sebagai kompetisi profesional. Tidak mungkin ada dua kompetisi profesional dalam satu negara. Lagi pula, berdasarkan apa mereka bisa mengatakan profesional. Kita harus tegas dengan hal ini. Jerome (Valcke, Sekretaris Umum FIFA) telah mengatakan, this event is unacceptable event (kompetisi merupakan kompetisi yang tidak bisa diterima),” kata Nugraha Besoes dalam konferensi pers PSSI dan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) di Hotel Century, Senayan, Jakarta, belum lama ini.

FIFA mengancam akan menjatuhkan hukuman pada Indonesia karena pelaksanaan kompetisi LPI. Diakui Nugraha, ancaman tersebut dikeluarkan setelah Ketua Umum PSSI Nurdin Halid menceritakan tentang kehadiran kompetisi LPI di Indonesia kepada Jerome dan Direktur Keanggotaan dan Pengembangan FIFA, Thierry Regenass saat di Doha, Qatar, Jumat (7/1).

PSSI langsung diperintahkan untuk membuat laporan tertulis, sehingga dapat dilakukan tindakan. Kemudian, PSSI mengirimkan laporan tertulis kepada FIFA pada Senin (10/1). FIFA memberikan surat jawaban pada Selasa (11/1).

“Dalam surat jawaban juga ditulis, PSSI harus segera melakukan tindakan tegas terhadap klub, pemain, wasit, dan perangkat pertandingan lain yang terdaftar dalam PSSI. Jika tidak, persoalan ini akan dibawa pada kongres FIFA pada 1 Maret mendatang. Dan PSSI akan memberikan hukuman kepada mereka (klub-klub, pemain, dan perangkat pertandingan),” ungkap Nugraha.

Ketua Umum BOPI Haryo Yuniarto mengatakan LPI memang bernaung dalam BOPI. BOPI sudah berkewajiban untuk memberikan izin pertandingan. Namun, Haryo menolak jika BOPI harus bertanggung jawab atas sanksi yang didapat para pemain dan perangkat pertandingan LPI.

Kehadiran Younghusband bersaudara untuk bergabung dalam Jakarta FC 1928 bisa jadi terkendala. Pasalnya, PSSI melarang pemain asing untuk berkompetisi di LPI. Menurut Nugraha, dirinya telah menghubungi Federasi Sepak Bola Filipina. Dia mengatakan, FIFA akan menjatuhkan sanksi bagi Filipina dan Indonesia jika Younghusband tetap diizinkan berkompetisi di LPI. Penyebabnya, FIFA tidak mengakui kompetisi LPI.

“Younghusband belum tentu jadi main di Indonesia. Mendengar Younghusband akan masuk ke Indonesia, saya langsung menghubungi Presiden Federasi Sepak Bola Filipina Mariano. Saya katakan ini masalah besar jika pemain timnasnya itu diizinkan bergabung dalam kompetisi LPI,” ungkap Nugraha.

 

sumber : http://www.metrotvnews.com/read/news/2011/01/13/39455/PSSI-Merasa-Dirugikan-LPI/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

My Popularity (by popuri.us)

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 6 pengikut lainnya

Get cash from your website. Sign up as affiliate Cell phone video surveillance solution
Indonesians’ Beautiful Sharing Network

Flickr Photos

The firsts lights

Lago di Braies

Survivor Mode

Lebih Banyak Foto

Statistik

free counters
%d blogger menyukai ini: