Serangan Angin Makin Ganas

Kawasan Malang Raya benar-benar mencegam. Terutama sejak dua hari terakhir, ketika angin Baratan menyerang area Kota Malang, Batu dan Kabupaten Malang.
Meski tidak ada korban jiwa, tapi korban luka sudah berjatuhan. Itu belum termasuk kerugian material. Mulai dari rumah yang roboh tertimpa pohon, rumah rusak karena angin, papan sponsor rusak sampai kerugian akibat listrik yang terpaksa dimatikan.
Bahkan di Kabupaten Malang, dua rumah ambruk di Desa Maguan Kecamatan Ngajum dan Desa Mangliawan Kecamatan Pakis. Yang lebih parah, angin kencang juga membuat warga Dusun Glathik Desa Tirtomoyo Kecamatan Singosari panik. Pasalnya, Gunung Malang bagian dari Gunung Arjuno longsor dan debunya membentuk awan besar serupa wedhus gembel, kemarin sore.
Salah seorang anggota Tim SAR asal Malang mengatakan, tim bergerak menuju lokasi begitu mendengar informasi itu. Menurut informasi, warga Dusun panik lantaran mengira bahwa awan gelap itu adalah wedhus gembel. Namun sampai informasi ini diturunkan, belum ada statemen resmi dari Pemkab Malang.
’’Itu hanya isu. Sesuai informasi yang saya kumpulkan tidak ada apa-apa disana,” ujar Kasubag Sanditel Pemkab Malang Bagyo Setyono.
Di Ngajum, rumah milik Wijiono (40 tahun) warga RT 11 RW 5 ambruk. Kerugian mencapai Rp 25 juta. Angin juga membuat pohon roboh dan menimpa rumah Bainten (59 tahun) warga RT 18 RW 8 dengan kerugian Rp 5 juta. Di Desa Maguan, kandang ayam milik Sarim (51 tahun) juga rusak dengan kerugian Rp 15 juta.
’’Garasi Kecamatan juga rusak dengan kerugian Rp 2 juta, kejadian ini terjadi pukul 07.30, alhamdulillah tidak ada korban jiwa,’’ jelas Camat Ngajum Eko Margianto, kemarin.
Jumlah itu masih belum termasuk tujuh rumah milik warga yang rusak serta belasan pohon pinus tumbang. Rumah rusak milik Saelan, Trimo, Ponimun, kamar mandi kraton Gunung Kawi, Wardi, Trimoyo dan Asmuri.
’’Hanya kerusakan ringan, seperti asbes lepas, serta genteng ambruk, kalau kamar mandi kraton Gunung Kawi ditimpa pohon ambruk,’’ terang Eko Margianto.
Di Mangliawan, beberapa rumah juga mengalami kerusakan akibat angin kencang. Rumah Masrip (70 tahun) rusak terkena reruntuhan rumah tetangganya bernama Sunaryo. Angin kencang juga membuat rontok genteng miliki Syaifudin serta Maskur warga timur pemandian Wendit Water Park. ‘’Kerugian mencapai Rp 10 juta,’’ kata Kades Mangliawan Sy. Subakir.
Di wilayah Kepanjen, dua pohon berukuran besar di Jalan Panglima Sudirman, Kepanjen (utara Mapolsek Kepanjen) dan pohon yang berada di Jalan Raya Dilem, Kecamatan Kepanjen, roboh.
’’Tidak ada korban jiwa. Sebab saat kejadian pohon tumbang kondisi jalan sedang sepi. Saya sendiri yang langsung memotong batang pohon dengan dibantu warga untuk dievakuasi ke tepi jalan,’’ ungkap Kanit Binmas Polsek Kepanjen, AKP Sugito.
Nasib naas justru dialami tiga siswa SMP Islam Karangploso. Mereka tertimpa baliho kosong yang berada di Jalan Diponegoro sebelah selatan kantor Desa Girimoyo.
Satu siswa terpaksa di rujuk ke RSSA Malang, lantaran mengalami patah kaki kiri dan betis kirinya mengalami luka robek. Adalah Dwi Ismawati, 15 tahun, warga Dusun Leseh, Desa Ngijo, Karangploso. Sedangkan dua temannya yang lain yaitu Vivi A Wijayati, 15 tahun dan Swakawahyu, 14 tahun, hanya mengalami luka ringan, sehingga langsung diperbolehkan pulang, setelah mendapatkan perawatan di Puskesmas Karangploso.
Baliho itu roboh sekitar pukul 12.50. Salah satu saksi mata Nur Achmad, warga setempat mengatakan saat itu angin berhembus sangat. Posisi baliho yang semula berdiri tegak sedikit demi sedikit melenceng, hingga akhirnya roboh. ’’Papannya tidak langsung roboh, tapi miring sedikit demi sedikit,’’ kata Nur kemarin.
Ketika roboh itulah, tiga siswa tersebut tengah berada di bawah papan baliho untuk menunggu kendaraan. ‘’Dua siswa sempat menghindar dengan lari ke timur. Namun satu lagi tidak. Kakinya terkena pinggiran papan baliho,’’ kata Nur kemarin.
Di wilayah Kota Malang, korban akibat angin justru lebih banyak. Mulai dari pohon tumbang, rumah, mall dan tempat ibadah rusak, media reklame ambruk, mati lampu, jaringan telepon terputus  hingga sampah ranting pohon berserakan dimana-mana.
Lebih dari 30 pohon di tepi jalan tumbang setelah ditiup angin  kencang. Pohon  tumbang pertama kali terjadi pada Rabu dini hari kemarin, sekitar jam 02.00 WIB. Dua pohon di Jalan Panglima Sudirman dan Jalan Dr Cipto tumbang dalam waktu yang hampir bersamaan.
Berlanjut ke pagi harinya, mulai jam 06.00 WIB hingga sore kemarin pohon tumbang dimana-mana. Tak hanya pohon tumbang saja, lebih dari 10 media reklame permanen di berbagai sudut  Kota Malang ambruk.
Di Jalan Brigjen Slamet Riady, misalnya, sampai kemarin siang, sebuah bando membentang langsung jalan miring ke jalan. Tak ingin berisiko, Satpol PP menurunkan sejumlah media reklame yang sudah miring. Para pemilik media reklame pun diminta membantu menurunkan media reklame yang akan roboh.
“Sepanjang ada yang bisa kami tangani, kami tangani. Tapi ada juga yang kami minta kepada pemiliknya supaya menurunkan, dari pada berbahaya bagi warga,’’ jelas Kabid Operasional dan Pengawasan Satpol PP, Handy Priyanto.
Selain itu, akibat tertimpa pohon dan media reklame yang tumbang, sekitar 350 jaringan telepon rumah langsung putus. Beruntung, kemarin petugas PT Telkom langsung melakukan pembenahan.
Petugas Jaringan Telepon PT Telkom, Edi Widodo yang ditemui disela-sela perbaikan jaringan telepon menjelaskan, kerusakan jaringan disebabkan putusnya kabel telepon ke rumah pelanggan.
Di Pasar Tawangmangu dan sekitarnya, kata Edi, terdapat 100 jaringan telepon yang terputus karena kabel tertimpa pohon tumbang. Kondisi yang sama juga terjadi di Jalan Punten, yakni terputusnya jaringan telepon rumah ke 100 pelanggan.
‘’Di sekitar Pasar Tawangmangu dan Jalan Punten sudah normal. Sempat terganggu  sejak pagi, kemudian siang ini (kemarin) sudah normal,’’ kata Edi saat ditemui di Jalan Letjen Sutoyo.

 

sumber : http://www.malang-post.com/index.php?option=com_content&view=article&id=24209:serangan-angin-makin-ganas&catid=46:tribunngalam&Itemid=71

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

My Popularity (by popuri.us)

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 7 pengikut lainnya

Get cash from your website. Sign up as affiliate Cell phone video surveillance solution
Indonesians’ Beautiful Sharing Network

Flickr Photos

Statistik

free counters
%d blogger menyukai ini: