Perbincangan dengan Iwan Fals

Angin pagi dan rintik hujan membasahi lapangan Simpruk, Kompleks Pertamina, Kebayoran Lama. Sosok lelaki berbadan tegap itu menatap dengan nanar lapangan sepak bola yang dilumuri rintik hujan. Dia biarkan kumis dan jenggotnya tak beraturan, dengan tinggi badan 175 cm dan berat 65 kg. Juga rambutnya yang panjang. ”Kita pulang saja. Cuaca tak memungkinkan kita latihan pagi ini,” ujarnya lirih, sambil membuka pintu mobilnya. Mobil Troover tahun 1992 warna metalik itu pun bergerak perlahan. Dan di antara deru mesin mobil, juga tegur sapa para penjaja koran, sayup-sayup terdengar nyanyian:
Hutanku rusak langitku bocor makanan yang aku makan tercemar …

Suara dalam
lirik lagu Hijau yang agak berat dan parau itu keluar dari lelaki bernama
Virgiawan Listanto , yang lebih dikenal dengan Baca pos ini lebih lanjut

Iklan

Iwan Fals Diganjar Anugrah Satyalencana

Iwan Fals dan Cak Nun dan enam budayan dan seniman lain dianugrahi bintang Satyalencana Kebudayaan 2010. Mereka dinilai berjasa mengembangkan dan melestarikan budaya.

“Ini merupakan anugerah tertinggi di bidang kebudayaan yang diberikan oleh Presiden,” kata Menbudpar Jero Wacik pada acara pemberian anugerah Satyalancana Kebudayaan 2010 di Jakarta, Rabu (23/3).

Acara yang juga dihadiri Menko Kesra Agung Laksono tersebut diselenggarakan berbarengan dengan peringatan Hari Musik Indonesia 2011 di Gedung Kesenian Jakarta.

Enam budayawan dan seniman lain yang juga diganjar penghargaan serupa masing-masing penyair Darmanto Jatman, komponis almarhum Koestanto Koeswoyo, koreografer dan penari topeng Losari almarhum Dewi.

Selain itu penulis buku adat Siti Maryam R. Salahuddin, sejarawan teater Jakob Sumardjo, dan budayawan dan komponis Abd Hadi.

Selain memberikan anugerah Satyalanca Kebudayaan 2010, Menbudpar juga memberikan penghargaan kepada tiga orang penerima anugerah kebudayaan 2011 untuk kategori hadiah seni. Penerima hadiah seni itu adalah komponis dan pencipta lagu almarhum

Elfa Secioria Hasbullah, penyanyi keroncong Sundari Soekotjo dan pencipta lagu Wedhasmara.

Menbudpar mengatakan pemberian anugerah merupakan bentuk apresiasi dari pemerintah kepada budayawan dan seniman. “Ini merupakan apresiasi dari pemerintah kepada para budayawan dan seniman,” katanya.

sumber : http://www.metrotvnews.com/read/news/2011/03/23/46319/Iwan-Fals-Diganjar-Anugrah-Satyalencana/

Arti Logo OI

Lomba Desain Logo Oi yang diselenggarakan oleh Yayasan Orang Indonesia (YOI) diikuti ratusan peserta Silaturahmi Nasional Oi 1999 dari seluruh Indonesia di Desa Leuwinanggung No 19, Cimanggis, Depok, Jawa Barat (halaman belakang rumah Iwan Fals) pada hari Minggu (15/8) dan Senin (16/8). Setiap peserta maksimal membawa 2 buah karya logo Oi. Dalam Lomba Desain Logo Oi terpilih 2 Logo Oi karya HiO Ariyanto dari Bento House Solo sebagai Juara I dan II.

Penentuan pemenang Lomba Logo Oi sebagai Juara I dan II ditentukan oleh para peserta Peserta Silaturahmi Nasional Oi 1999 melalui polling dan pemilihan oleh semua peserta Silaturahmi Nasional Oi 1999.
Baca pos ini lebih lanjut

Legenda Musik Itu Bernama “Iwan Fals”

Hampir semua majalah dan surat kabar pernah memampang wajahnya. Nggak cuman di Indonesia aja, beberapa majalah asing juga sempat menaruh foto musisi gaek kelahiran Jakarta ini di halaman depan.

Perjuanganya melalui lirik dan petikan gitar dalam menyuarakan ketidak adilan, kebobrokan birokat dan penderita’an rakyat-rakyat kecil. Yup, siapa lagi kalo bukan Virgiawan Listianto, atau biasa disebut dengan “Iwan Fals”.

Berangkat ke Jakarta dengan menjual motornya, Iwan bergabung dengan Baca pos ini lebih lanjut

Kantata Takwa : Ketika Iwan Fals Masih Mirip Che Guevara

Bukan hanya mirip dalam soal rambut gondrong dan kumis lebat, tapi juga dalam sikap yang ’revolusioner’. Mereka sama-sama ikonik di zaman dan tempat berbeda. Che sudah lama mati, dan Iwan sudah tak segalak ketika ia berteriak ”Bongkar!” atau ”Bento!”. O ya, Iwan pun sudah tak memelihara kumis sekarang dan tak gondrong macam dulu.

Masih ada yang sama antara mereka: masa revolusioner Iwan dan Che sudah lewat.

Film Kantata Takwa memang lewat 18 tahun dari waktu rilis yang seharusnya. Film yang pasti memecahkan rekor dalam rentang waktu antara syuting hari pertama (Agustus 1990) dan pemutaran publik perdananya (April 2008), akhirnya bisa bersentuhan juga dengan publik. Setelah tertunda sekian lama sampai terendam banjir segala, Singapore International Film Festival tahun ini mendapat kehormatan menjadi tempat world premiere film dengan banyak nama seniman besar Indonesia itu. Baca pos ini lebih lanjut

Update Perjalanan Konser Iwan Fals.. .

Sebelumnya ane uda kasih tau ke agan*, tentang perjalanan konser Iwan Fals bersama Ki Ageng Ganjur..

Nah sekarang ane ada dpt informasi baru nih dari Fesbug, kalo bahwasanya Iwan Fals akan konser di berbagai kota lagi, berikut adalah jadwal*nya gan : Baca pos ini lebih lanjut

(Kord) Buktikan

 Baca pos ini lebih lanjut

(Kord) Asik Ga Asik

 Baca pos ini lebih lanjut

Jendela Kelas Satu

 Baca pos ini lebih lanjut

IBU

 Baca pos ini lebih lanjut
My Popularity (by popuri.us)

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 7 pengikut lainnya

Get cash from your website. Sign up as affiliate Cell phone video surveillance solution
Indonesians’ Beautiful Sharing Network

Flickr Photos

Statistik

free counters
%d blogger menyukai ini: